Monday, January 30, 2012

Kenapa Ahmadiyah Dilarang

Sudah sering kan mendengar tentang Ahmadiyah ini. Sering kali kita lihat bentrokan di sana-sini sesama umat islam sendiri. Seringnya terjadi benturan ini menimbulkan banyak pertanyaan.

Kenapa ajaran Ahmadiyah ini tidak bisa diterima oleh umat islam pada umumnya
Dimana letak kesesatan ajaran Ahmadiyah ini.


Sebelumnya, berikut ini ayat Al Qur'an yang menyatakan bahwa, nama Ahmad akan lahir dan datang sebagai Nabi Akhir zaman.
Perhatikanlah ayat Al Qur'an berikut ini, Surat Ash-Shaff ayat 6.


وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ

Artinya:
Dan (ingatlah) ketika Isa Ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, Yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata."

Berikut ini penjelasan mengenai ajaran Ahmadiyah.
Pendiri Ahmadiyah adalah Mirza Ghulam Ahmad.
Dia ini mengaku dirinya sebagai Nabi Isa as yang kedua yang kedatangannya telah diramalkan oleh Rasululah SAW di beberapa hadits. Dia juga mengaku sebagai nabi yang datang setelah Nabi Muhammad SAW, tetapi tidak membawa syariat, dipercaya oleh golongan Ahmadiyah Qadiani.
Belum cukup segitu, dia juga mengaku sebagai Imam Mahdi, Mujadid, Khrisna dan amsih banyak pengakuan serta gelar yang ada pada seorang Mirza Ghulam Ahmad.

Ahmadiyah Terusir dari Negara Asalnya.
Ajaran Ahmadiyah sangat bertentangan dengan ajaran Islam, bahkan mereka telah terusir dari negeri asal mereka, yaitu negara India dan Pakistan.
Pada tahun 1974, ulama Islam dari 124 negara mengadakan pertemuan di Makkah Al-Mukarramah yang disponsori oleh Rabithah Al-Alam Al-Islami.

Dalam pertemuan itu dicapai kesepakatan bahwa Mirza Ghulam Ahmad Qadiani dan pengikut-pengikutnya adalah ingkar, kafir dan murtad dari Islam.


Fatwa MUI.
Pada tahun 1980, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa bahwa Ahmadiyah adalah aliran sesat dan menyesatkan. Akan tetapi gerakan Ahmadiyah masih tetap saja berdiri.

Ahmadiyah terpecah menjadi 2 golongan, yaitu:
1. Ahmadiyah Qadiani.
Yaitu yang mempercayai kenabian Mirza Ghulam Ahmad.
2. Ahmadiyah Lahore.
Yaitu yang tidak mengakui kenabian Mirza tetapi mempercayai berbagai pengakuan Mirza dan lainnya.

Pusat Ahmadiyah.
Ahmadiyah Qadiani berpusat di London, Inggris.
Mereka memiliki stasiun radio, website dan stasiun televisi yang dinamakan MTA (Muslim Television Ahmadiyya) yang menggunakan beberapa bahasa, termasuk Bahasa Indonesia.

Markas Ahmadiyah di Indonesia.
Sedangkan markas Ahmadiyah di Indonesia berada di Parung, Bogor.
Mereka memiliki kampus yang dinamakan kampus MUBARAK untuk mencetak kader mubaligh Ahmadiyah.

Sasaran Ahmadiyah.
Sasaran mereka adalah mempengaruhi orang islam yang kurang pengetahuannya tentang islam. Kebanyakan yang dipengaruhi adalah para petani, nelayan dan orang-orang yang tidak pernah mendengar tentang Ahmadiyah.

Mereka telah berhasil mengubah beberapa desa di Jawa Barat menjadi pengikut Ahmadiyah.
Salah satu strategi mereka untuk menambah jumlah pengikutnya adalah dengan cara:
1. Melarang shalat dibelakang imam orang Islam yang lain.
2. Melarang kepada orang tua untuk menikahkan anak gadisnya dengan orang yang selain Ahmadiyah.
3. Menganjurkan menikahkan putranya dengan gadis diluar Ahmadiyah dengan syarat mengajak ke Ahmadiyah.
4. Para pendakwah sering kali mengelak dan berkilah dari konsep kenabian Mirza.

Adapun para pengikut Rasululah SAW, kita semua, yang merasa mendengar atau mengetahui dakwah yang memiliki ciri tersebut di atas, sebaiknya dipikir masak-masak, karena bisa jadi para mubaligh Ahmadiyah sedang mencari pengikut.

Sebagai Renungan.
Kalau dari Ayat tersebut di atas, saat itu Nabi Isa as memberikan kabar gembira bahwa Rasul setelahnya bernama Ahmad, Ahmad disini ya Nabi Muhammad SAW. Rasul terakhir untuk umat manusia.

Cirinya juga persis yang dikatakan Nabi Isa as, yaitu setiap Nabi Muhammad memberi keterangan nyata, mukjizat dan bukti lain, orang-orang mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW telah mengerjakan sihir.

Tetaplah pada kalimat Syahadat berikut ini:
اَسْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ الله
وَاَسْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدَ رَّسُلُ الله

Wallahu A'lam.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© Indahnya Berbagi.. Powered by Blogger